PEMILU PRESIDEN MAHASISWA

NA

STMIK PRINGSEWU – Pendidikan politik merupakan proses mempengaruhi individu agar dia mendapatkan Mendapatkan informasi, wawasan dan ketrampilan politik sehingga sanggup berikap kritis dan lebih intesional terarah hidupnya. Selain itu bisa menjadi warga Negara yang lebih mantap, tidak terapung tanpa bobot dan tanpa pengaruh orientasi terhadap keadaan sendiri dan kondisi lingkungnya. Pembelajaran politik dan pembelajaran organisasi idealnya memang dimulai dari pendidikan formal. Dalam hal ini dibutuhkan pendidikan politik yang mampu menempa mahasiswa dalam berkarya. Dimana dengan berorganisasi mahasiswa mendapat pengetahuan dan wawasannya mengenai masalah-masalah politik. Baik dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi itu sendiri maupun mengamati fenomena politik yang terjadi di masyarakat, selain itu juga merupakan proses pembelajaran dan pendidikan politik yang baik bagi mahasiswa. Hal tersebut telah dilakukan oleh mahasiswa STMIK Pringsewu.

Salah satu bentuk kegiatannya adalah pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK Pringsewu. Salah satu agenda dalam pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK Pringsewu tersebut adalah pelaksanaan debat kandidat yang dilaksanakan pada Rabu 3 Pebruari 2016 di auditorium lantai II STMIK Pringsewu, Kegiatan yang mengusung dua pasang bakal calon yaitu :
1. Eko Budi S – Slamet Hidayat
2. Cahya Ari S – Aldi Ridho P

fc_presma

Acara debat Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK Pringsewu ini dibuka oleh Wakil Ketua III Nur Aminudin, M.T.I, didampingi Oktafianto, M.T.I, M. Muslihudin, M.T.I yang menjadi panelis dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK Pringsewu periode 2016-2017. Debat berlangsung hangat dan atraktif karena tingginya partisispasi audiens dalam debat dan tingginya antusias pendukung dari masing-masing kandidat.

Sebagai bentuk kesinambungan organisasi kemahasiswaan, pesta demokrasi untuk memilih Presiden dan wakil presiden BEM STMIK Pringsewu dimulai 6 s/d 11 Pebruari 2016 untuk dapat menyalurkan hak pilihnya. Pemilih akan mendapatkan surat suara untuk dicoblos, setelah melakukan pencoblosan, pemilih dapat langsung menuju tempat validasi dengan dicelup tinta sebagai tanda telah memilih. hal ini untuk meminimalisir pencoblosan ganda.

Pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden BEM STMIK Pringsewu Tahun 2016 berjalan dengan sukses, tergambar suasana berdemokrasi yang positif dilingkungan STMIK Pringsewu. Hasdidi selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum BEM STMIK Pringsewu beserta anggota telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden BEM STMIK Pringsewu ini dengan baik. Diharapkan dengan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa serta Dewan Legislatif Mahasiswa STMIK Pringsewu Periode 2016-2017 dapat membawa perubahan positif di dunia kemahasiswaan serta membawa nama baik STMIK Pringsewu.

Harapan civitas akademika STMIK Pringsewu pemilihan kali ini dapat terlaksana dengan baik, seperti waktu sebelumnya. Pilihan boleh beda, kalau pada akhirnya berbeda yang terpilih tapi itu bukan berarti pendukung yang tak terpilih akan merasa tidak memiliki Presiden dan Wakil Presiden BEM STMIK Pringsewu yang terpilih nanti. Mari kita bergandeng tangan untuk membesarkan STMIK Pringsewu. Jayalah kampus STMIK Pringsewu tercinta, semoga Allah SWT selalu memberikan yang terbaik. (*na)

Facebook Comments
(Visited 59 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *